Senin, 28 Februari 2011

Dari Pasar Mayesti Sampai Pasar Tebet (Kebaya & Undangan)

Check List dulu aahhh...

* Gedung OK

* Katering OK

* Dekor OK

* Pakaian Pengantin OK

Yang belum tinggal....

* Seragam Keluarga

* Undangan

* Souvenir

* Seserahan

* Mobil Pengantin

AAaaaarrrrggghhhh.... Kayanya masih segudang yang belum selesai, dan waktu cepat banget berlalu :-(

Untuk seragam keluarga baik pakaian mama dan papah serta pengiring pengantin semuanya kita beli bahan untuk dijahit, semua bahan dibeli di Pasar Mayestik. Kalau untuk pengiring pengantin dari keluarga ari semua bahan yang dibutuhkan kita beli di mayestik kemudian dikirim ke Lampung, mereka jahit masing-masing. Kalau uantuk keluarga ku mama jahitnya sama tetangga ku (langganan mama), untuk hasilnya lumayan dengan harga jahit yang murah tapi hasilnya not bad :-)bisa dilihat hasil dambarnya dibawah:

Bahan yang kita beli dimayestik semua khusus untuk wanita jadi kalau untuk bapak-bapaknya, dari keluarga sampai panitianya kita beli batik di tanah abang jadi simple dan gak ribet. Untuk papah pakaian diacara akad nikah ku hanya pakai baju kokoh sama juga dengan kakaknya ari yg menjadi wali "it's simple".

Urusan pakaian untuk keluarga dan panitia sudah beres, saya dan ari mulai memilih-milih undangan. Waktu itu kami dapat referensi dari teman saya, katanya kalau mau banyak pilihan undangan bisa lihat di pasar tebet. akhirnya saya dan ari ke pasar tebet dan benar saja disana banyak banget pilihan,dari bahan, model, kualitas dan harganya bervariasi. Saya dan ari sih sepakat untuk undangan kami sama-sama suka yang simple dan pasti yang tidak terlalu mahal. Setelah kita ubek-ubek itu pasar akhirnya kita menemukan undangan yang menurut kami berdua simple dan murmer (murah meriah heheee...). Undangan berbentuk segi empat berdiameter 14x14m warna dasar Putih gading yang cenderung kuning, dengan strip coklat, berembos seperti batik dan bertintakan gold yang akhirnya kami pilih walau meskipun awalnya sedikit ada selang pendapat karna waktu itu ari sempat ingin undangan itu berwarna putih dengan stip coklat dan bertinta silver tapi setelah saya bujuk dan beri sedikit pengertian ke dia akhirnya dia mau mengikuti saran saya hihihiiii...

Untuk undangan kami jadinya sekitar 3 minggu tapi karna waktu itu ada kesalahan cetak dari pihak percetakannya akhirnya sekitar 4 minggu baru jadi, tapi so far kami masih ada waktu 2 minggu untuk menyebar undangan. Sedikit bocoran aja waktu itu kami sedikit nakal dengan katering, waktu itu kami memesan undangan sebanyak 400 undangan padahal kami hanya memesan katering hanya untuk 600 porsi hehehe... tapi alhamdullilah, ternyata buffe yang disediakan oleh katering tidak kehabisan sampai resepsi selesai malah masih banyak makanan yang tersisa padahal waktu itu kalau dilihat dari buku tamu sekitar 85% dari undangan hadir (^_*)

Jadiii... untuk pakaian keluarga pengiring pengantin, panitia dan undangan beressss... dibawah ini foto-foto salah satu hasil jahit ditetangga ku dan foto undangan ku




Undangan yang simple


Baju kebaya kakak ku yang di jahit oleh tetangga ku


Baju kebaya adik ku yang juga dijahit oleh tetangga ku dan bahannya beli dimayestik ^_*


Memilih Miarossa Sanggar Rias Pernikahan Ku...

Bahagianya setelah dilamar, untuk ngejalanin persiapan pernikahan pun semakin semangat. Waktu yang tersisa hanya dua bulan untuk menyelesaikan semua persiapan my wedding, tapi dengan support dari ari saya selalu yakin kami pasti bisa menyelesaikan semua tepat waktu (I HOPE).

Dekor pelaminan sudah ok, dekor buffet juga sudah ok semua urusan dekor alhamdullilah sudah beres jadi waktunya saya mengurus pakaian pengantin dan make up. Karna saya belum tau mau pake sanggar rias pengantin yang mana akhirnya saya ditemanin ari ke Puspita Sawargi (PS), sebenarnya sih saya sudah mulai mencari-cari di web site dan rekomen-rekomen dari beberapa temen tapi karna saya di PS ambil paket jadi untuk pakaian pengantin dan rias sudah ditentukan oleh PS. Kalau kakak saya sangat merekomdasikan saya untuk pakai sanggar rias Miarossa (http://www.weddingku.com/collections/3779/JKT/miarosa-sanggar-rias-dan-busana-pengantin/about) katanya sih waktu itu dia pernah liat waktu dipernikahan temannya pakaian dan hasil make up nya bagus banget. Saya coba untuk browsing-browsing beberapa sanggar rias dan waktu saya browsing miarossa saya suka dengan koleksi kebaya dan make upnya, ari pun suka dengan yang saya pilih dan dia bilang saya harus pake sanggar rias itu. Sampai di PS benar saja ternyata untuk riasan saya nanti bukan miarossa, saya agak lupa nama sanggar rias itu karna udah keburu nempel nama miarossanya hihihiiiii.... Kalau dari PS nya bilang sih karna dari jatah rias pengantin saya hanya sebesar Rp.4.500.000 jadi saya gak bisa pake miarossa, BT banget sih karna saya pake paket yang gak terlalu besar jadi saya gak bisa pake miarossa, saya udah coba berdiskusi dengan mba Titin (marketing PS) tapi tetap saja gak bisa kecuali saya mau menambahkan biaya sebesar Rp. 500.000 what???? aaarrrrggghhhh.... Money lagi money lagi :-( sensitif banget deh waktu itu kalau urusan uang, perasaan gak berenti-berenti money again.

Sebelum saya memutuskan memakai miarossa akhirnya saya dan ari coba datang ke sanggar rias tersebut di :

MIAROSA Sanggar Rias & Busana Pengantin

Jl. Bambu Duri 1 No. 5

Jakarta Timur 13430

Phone: (021) 6814 4721 /

Mobile: Hp: 0812 131 8871 / 0878 8208 6243

Sampai disana, wow... tak disanggka hari itu rame banget mungkin karna hari sabtu jadi banyak pasangan pengantin yang datang untuk fitting kebaya. Lagi-lagi seperti pertama kali saya ke PS saya langsung bertemu dengan pemiliknya ibu Mia panggilannya, cantik dan ramah tapi karna waktu itu sedang ramai dan ibu mia juga sedang melayani tamu akhirnya saya dibantu oleh asistennya mba fitri. Dengan mba fitri saya coba dijelaskan paket apa saja yang mereka punya, lagi-lagi buat saya BT adalah saya harus menambah biaya apabila saya mau pakai paket yang ekslusif katanya. aduuuuuuuhhhh... kenapa sih harus money lagi??? gak tanggung-tanggung lagi saya harus menambah biaya Rp. 2.500.000 untuk make up eksklusifnya hahayy... mantap kan penambahannya :-( akhirnya saya coba-coba fitting kebaya sekitar 3 kebaya yang saya coba, bagus-bagus semua dan saya suka dengan model dan warna-warna koleksi kebaya mereka. Tapi lagi-lagi ada aja yang buat saya kesal, paket saya dari PS saya dan ari tidak mendapatkan pakaian untuk akad nikah, jadiiiiiiiii.... otomatis saya harus buat pakaian untuk akad. saya coba tanya-tanya dengan mba fitri apakah saya bisa jahit perdana untuk pakaian akad kami, tap ternya karna katanya miarossa sedang full dan waktunya tinggal 2 bulan lagi jadi mereka bilang kemungkinan besar tidak bisa dan jalan satu-satunya saya harus meminjam kebaya. Akhirnya saya dan ari berpikir kalau harus menjahit juga waktu sudah tidak cukup ya akhirnya terpaksa kami menyewa baju pengantin untuk akad nikahnya. Setelah ditotal-total saya harus menambah Biaya sewa pakaian akad nikah sebesar Rp. 1.500.000 ampuuuuunnnn... pusing juga yah ternyata orang mau nikah itu, uang yang dikeluarkan ada aja. Tapi kalau dipikir-pikir lagi sih inikan moment bahagia yang insyaallah satu kali seumur hidup jadi kenapa ngak semuanya dan sebisanya kita buat se special mungkin ^_*

Setelah saya fitting-fitting beberapa kebaya untuk akad nikah dan resepsi, akhirnya giliran ari yang fitting. Syukurnya untuk pakaian akadnya ada yang cocok dengan dia alhamdullilah jadi kami tidak perlu membuat pakaian perdana akad untuk ari, tapi setelah melihat-milihat dan mencoba beberapa pakaian untuk resepsinya ari merasa tidak ada yang cocok. OOOOhhhhh... tidaaakkkk... tandanya saya harus membuat pakaian perdana ari untuk resepsi huh... lagi-lagi money :-(

Karna memang tidak ada yang cocok baik dari ukuran, warna dan motif akhirnya mau tidak mau ari harus membuat pakaian perdana untuk resepsinya dan biaya buat pakaian perdana ari kami harus menyiapkan kocek sebesar Rp.1.500.000 (sudah ditawar) aduhhhh... mehel banget harganya kalau menurut saya karna membuat pakaian perdana itu dengan harga segitu tapi hak milik tetap punya miarrosa L tapi mau gimana lagi??? Biaya lainnya yang harus saya keluarkan untuk urusan riasan yaitu penambahan biaya ongkos tim make up karna katanya lokasi pernikahan saya sudah tidak masuk daerah jakarta yaitu Depok sudah masuk area jawa barat, hmmmmm… padahal sih jarak tempuh paling sekitar 1.5 jam L hihiiiii…

Perkiraan dari total kesuluruhan kalau saya memakai miarossa adalah Rp. 11.000.000 Hiks… tapi saya terlajur suka dengan miarossa dan ari pun begitu akhirnya kami memutuskan menambah biaya dan pakai Miarossa Sanggar Rias untuk pernikahan kami J

Ketika saya menulis diblog ini saya sudah menikah dan saya ngerasa puas banget pakai miarossa. Waktu itu satu hari sebelum nikah saya tidak tidur malamnya tapi alhamdullilah make up nya buat saya tetap bisa terlihat cantik (hehehee… narsis)

Terima kasih tuk Miarossa


Dokumen Pakaian pengantin dan make up



Pakaian akad kami


Pakaian respsi ari


Pakaian respsi saya


Fitting kebaya pertama


Fitting kebaya kedua


Fitting kebaya ketiga


Baju perdana resepsi ari


Fitting kebaya terakhir dan inilah yang dipakai saat resepsi


Tks untuk dua orang perias ku...


Disanggul dulu deh biar cantik hehehe...








Kamis, 24 Februari 2011

Horeeee... akhirnya dilamar juga

Memilih tanggal pernikahan sudah, gedung resepsi juga sudah, katering sekaligus wedding organizer juga sudah ok tapi saya kok belum dilamar ya???? heheeee....

Kedengerannya agak aneh gak sih beberapa persiapan pernikahan sudah mulai disiapkan padahal saya sendiri belum dilamar hihihiiiii... tapi mungkin banyak juga kali ya pasang-pasangan seperti saya yang mempersiapkan kebutuhan pernikahan dulu sebelum dilamar ^_*

Waktu itu kenapa kami memilih lebih dulu menyiapkan beberapa kebutuhan pernikahan kami, alasannya sih karna keluarga ari bertempat tinggal di lampung dan waktu itu momentnya sudah dekat lebaran jadi kami berpikir sekalian saja perkenalan keluarga, lamaran dibarengin dengan event berlebaran. Setelah mendapat kesepakatan diantara kedua belah pihak akhirnya tanggal lamaran jatuh pada tanggal 18 September 2010 beberapa hari setelah lebaran. Setelah tanggal lamaran sudah ok, rasanya ingin sekali cepat-cepat hari itu datang hari hihiihiiiii...

Ketika itu gak ada persiapan khusus dari keluarga saya untuk acara lamaran nanti karna papah saya orang yang sangat sederhana jadi beliau tidak mau acara lamaran saya terlalu meriah “yang sederhana saja” ucapnya, cukup keluarga saja yang hadir dan dari keluarga ari pun yang akan datang melamar hanya ibu, kakaknya yang nomer 3 dan ari, karna ayahnya ari sudah almarhum dan kakak-kakaknya yang lain tidak bisa meninggalkan pekerjaannya.

Untuk baju lamaran ku waktu itu saya hanya membeli kebaya jadi yang sederhana berwarna gold, kakak dan adik saya pun memakai kebaya yang sama waktu itu saya dan keluarga sama-sama pergi membeli di ITC Depok, mama saya hanya memakai baju semi muslim dan kerudung kalau papah hanya memakai baju kokoh dan tak lupa memakai peci “SEDERHANA” Itu lah keluarga kami, dan untuk makanannya karna lamaran rencananya dijam makan siang jadi mama memesan katering ditetangga ku, Papah bilang meskipun sederhana yang pentingkan acaranya hikmah dan berjalan dengan lancar. Kalau saya sendiri ikut mauny keluarga saja.

Tiba di hari lamaran ku 18 September 2010 sekitar jam 11.00 siang, Dag dig dug rasanya hari itu. Dari sejak pagi suasana rumah sudah mulai grasak grusuk, mama sibuk dengan urusan makanan, kakak sibuk bantu bebenah rumah, kalau adik pagi pergi kuliah, papah sendiri sibuk nganter saya ke salon. Alhamdullilah semuanya tepat waktu, makanan katering sudah siap dan saya pun sudah selesai berdandan. Sampai akhirnya keluarga ari tiba dirumah saya, perasaan saat itu bener-bener semakin campur aduk. Ada perasaan deg-degan, canggung pokonya campur aduklah. Acara mulai semua keluarga berkumpul di ruang tamu, tidak banyak orang dari keluarga saya hanya ada papah, mama, kakak dan adik masih kuliah. Keluarga ari hanya dihadiri ibunya, kakak dan ari sendiri tadinya ari sempat ingin mengajak temannya tapi saya menolak karna saya hanya ingin lamaran ini hanya keluarga inti saja yang datang. Meskipun tidak ramai karna hanya keluarga inti saat itu saya sangat merasakan penuh dengan kekeluargaan, tidak butuh waktu lama kedua keluarga bisa saling menyatu mungkin bisa dibilang saat itu bukan seperti acara lamaran karna tidak terlalu formal hanya seperti silahturahmi saja, keluarga ari diwakili oleh kakaknya akhirnya menyampaikan maksud kedatangan mereka. Tidak terlalu banyak pembicaraan resmi karna intinya keluarga kami sudah sama-sama tahu tujuan acara hari itu. Ke dua belah pihak keluarga juga sudah tahu sejauh mana kami mempersiapakan pernikahan kami. Sedikit saja membahas mengenai pelangkah, karna saya melangkah kakak saya tapi alhamdullilah semuanya berjalan dengan baik karna kakak saya bersedia dilangkah. Dan sebagai tanda mata dari saya dan ari kami memberikan cincin emas dan pisau lipat. Kenapa kami memberi tanda mata cincin emas dan pisau lipat??? Karna dari kakak saya sendiri menginginkan barang berbentuk emas dan pisau lipat saya berikan karna kata mitos (lagi-lagi mitos, meskipun tidak terlalu percaya) apabila kita menikah melangkah saudara kandung kita harus berikan barang-barang yang tajam, yah itu sih percaya gak percaya juga hihihiiiii…

Tapi intinya… Di hari itu saya sangat bahagia karna saya telah resmi dilamar oleh ari heheheee… kalau kata ari “Tinggal selangkah lagi menjadi nyonya Ari Iswandi Nasution” hahahaaa…



Cuma gambar-gambar ini yang bisa diabadikan karna waktu itu gak kepikiran untuk foto-foto hihihiiiii....


Disanggu sederhana disalon dekat rumah hihiiiii...


Bawa-bawan dari keluarga ari


Baju lamaran kembaran dengan kakak dan adik ku


Rabu, 23 Februari 2011

Memilih Puspita Sawargi Sebagai Wedding Organizer Pernikahan Ku

Check List :
* Tanggal pernikahan sudah OK
* Gedung resepsi sudah OK

Dua tahap sudah dilalui dengan baik hmmmm... tapi masih belum bisa senyum lebar karna tahap-tahap berikutnya masih harus diselesaikan, berharap semua berjalan dengan lancar dan tepat waktu. Amin

Setelah gedung sudah ok akhirnya kami berdua mulai mencari-cari katering, karna ini adalah acara pertama di keluarga saya jadi saya masih kurang tahu banyak mengenai katering mana aja yang ok, yang banyak dipakai orang dan tentunya yang enak makanannya hihihiii.... setelah saya nanya ke beberapa teman dan mendapat referensi katering rekanan gedung, saya dan ari mulai menjelajahinya satu persatu. beberapa tempat katering kami datangi meskipun tidak ada satu katering pun kami ikut test food karna saat itu masih bulan puasa (masuk awal September 2010). Mulai dari Chikal Primarasa katering (http://chikalsjsp.wordpress.com/), Mitra Wangi Katering (http://www.facebook.com/mitrawangicatering) dan beberapa katering lainnya kami coba datangi, sudah sampai tahap penawaran harga tapi rasanya kok saya dan keluarga masih belum cocok dengan katering-katering yang sudah kami datangi. Setiap kateringnya punya ke unikan masing-masing, kelebihan masing-masing sampai kekurangan masing-masing, dari info yang saya dapat sih beberapa katering yang saya datangi cukup banyak diminati orang tapi lagi-lagi kami belum merasa cocok. Paket-paket yang mereka berikan juga lumayan bagus mulai dari penawaran harga, jenis-jenis makannya, dekor sampai perias yang semuanya masuk kedalam paket semua ok. Sampai akhirnya orang tua saya entah dari mana mendapat referensi katering itu, saya dan ari di ajak bersama ke tempat katering itu di bilangan Jatibening-Pondok Gede untuk alamat lengkapnya dibawah ini :

Ir. Lynda Permatasari
Direktur

Kantor :
Komp. Villa Jatibening Tol
Jl. Villa Merak IV Blok BE No. 6
Jatibening - Pondok Gede

Telp :
(021) 9821 7223, (021) 9829 7206
(021) 8499 8463, (021) 8499 8506

Fax :
(021) 8499 8463, (021) 8499 8506

HP :
0813 1128 2844, 0816 1370 614

e-Mail & YM :
puspita_lynda@yahoo.com

Yup.... Puspita Sawargi (PS) itu nama kateringnya (http://www.puspitasawargi.co.id/) Waw... kalau dilihat dari kantornya sih sudah bisa dibilang mereka pastinya sangat profisional dan dilihat tamu yang datang juga hihihii.... kok lumayan high class ya jadi sedikit jiper, saat itu saya berpikir apa gak salah mama dan papah mengajak kesini sudah pasti mereka katering yang melayani pesta-pesta dengan budget yang besar Oh tidaaaakkkk...

Pesta kecil dan sederhana yang budgetnya yang tidak terlalu besar yang saat itu saya dan ari rencanakan, dan sepertinya puspita sawargi tidak mungkin bisa kami jadikan sebagai wedding organizer kami dilihat dari kemewahan yang mereka sediakan pastinya budgetnya juga akan besar. Ketika kami datang kebetulan saja kami langsung dilayani oleh pemilik puspita sarwagi yaitu dengan ibu Ir Lynda Permatasari, ibu lynda (nama sapaannya) seorang owner yang sangat ramah dengan customer. Dengan tutur kata yang lembut bu lynda mencoba menjelaskan berbagai macam paket yang ia punya kepada kami. Kesan pertama saat itu Wawww... Profesional... Meskipun saat itu bu lynda begitu sibuk dengan banyaknya orang yang datang dan karyawannya yang kebetulan sedang banyak yang libur namun bu lynda mencoba melayani semua tamunya dengan baik dan ramah. Saat itu kami mencoba menceritakan sedikit apa saja kebutuhan kami dengan budget yang kami punya, berharap bu lynda mau membantu kami dan bersedia menjadi WO kami heheee...

Setelah menceritakan apa yang kami inginkan, alhamdullilah... bersyukur bu lynda mau membantu kami dengan budget yang kami punya. Entah kenapa saat itu bu lynda mau menerima kami sebagai klientnya karna saya rasa mungkin saya klientnya yang paling terkecil budgetnya hhiiiii.... akhirnya bu lynda membuatkan draf penawaran dengan semua rincian yang kami dapatkan. Dengan budget yang tidak terlalu besar bu lynda memberi paket yang kami butuhkan, dari keseluruhan budget yang kami punya kami mendapatkan gedung, dekor, katering sampai tata rias semuanya komplit.

Horeeee... setelah semua sepakat (keluarga dan katering) akhirnya kami menggunakan Puspita Sawargi sebagai wedding organizer. lagi-lagi saya mengucap Alhamdullilah... tahap mencari katering selesai.

Dipertemuan kedua kami di PS, kami mulai membicarakan dekor dan tata rias, karna keluarga kami sepakat untuk tidak menggunakan adat dalam acara akad dan resepsi nanti akhirnya kami memilih untuk berkebaya nasional saja dengan dekor yang terlihat nasional juga tentunya. Karna waktu itu kami masih bingung nantinya akan menggunakan warna apa untuk dekor dan pakaian pengantin, akhirnya kami belum memutuskan memakai warna apa nantinya yang akan kita pakai untuk dekor dan Pakaiannya. Kalau masukan dari WO kami sih waktu itu katanya biar terlihat elegan masukkan warna gold, cukup menarik sih masukannya dan kami pun sempat terpikir untuk memasukkan warna gold kedalam campuran warna-warna lainnya.

Dalam pemilihan warna saya dan ari sedikit berbeda pendapat karna saya penyuka warna hijau saya ingin sekali nuansa dalam pernikahan saya nanti ada unsur warna hijau tapi beda lagi dengan ari, dia bilang warna hijau kurang bagus untuk dekornya nanti dan dia lebih suka kalau dekornya nanti warna coklat dengan perpaduan warna gold. Aaaarrrrggghhhh.... warna coklat??? huh... itu salah satu warna yang gak saya suka tapi dia malah ingin warna itu sebagai warna dekornya yang dengan otomatis untuk pakaian pengantinya juga harus bernuansa coklat :-( dengan sedikit bujuk rayu akhirnya saya meminta sama dia untuk tidak memakai warna coklat, alasannya karna warna kulit saya sudah coklat kalau saya harus pakai kebaya coklat tentunya tidak akan terlihat terang.

Warna merah bata, terakota dan gold perpaduan warna itulah yang kami pilih untuk dekor pelaminan kami dan dekor buffet. Waktu itu sih kami belum terbayang jelas apakah perpaduan warna itu akan terlihat bagus dan nyambung, tapi waktu mama tahu saya memakai warna merah bata dia senang sekali karna warna yang ada unsur merahnya adalah warna favoritenya. Setelah memilih warna kami mulai mengkonsep dekor pelaminan, sebenarnya sih sudah ada contoh-contoh gambar pelaminnya tapi dari dekor yang tersedia yang kami pilih, dekor tersebut sedikit kami renof (hihiiiii.... kaya rumah aj direnof) dan akhirnya jadilah seperti ini :



Dekor pelaminan sesuai dengan keinginan ku


ijab kobul depan pelaminan


Depan pintu masuk dihias tenda kecil dengan
lampu kristal didalamnya dan standing flower
sepanjang jalan menuju pelaminan



Dekor buffet


Dekor buffet


Salah satu gubukan


Salah satu dekor dessert


Dua standing foto setelah pintu masuk


Dekor meja penerima tamu


Dekor meja penerima tamu


Selamat datang...

Yeeeeaaaaa.... Puas banget rasanya melihat hasil dekornya, keluarga kami pun gak kecewa mereka bilang meskipun memakan biaya yang lumayan tapi puas banget. ini baru dekornya selanjutnya pakaian pengantin dan riasan ku.


Terima kasih banyak untuk Puspita Sawargi, terima kasih untuk Ibu Lynda, mba Titin dan abang jul...semua sesuai yang ku inginkan dari dekor sampai buffet yang mantap gak kurang bahkan lebihnya banyak banget hihihiiii... PUAS!!!! Semua menjadi UNFORGETABLE MOMENT karna campur tangan tim PS.


Terima kasihhhhhhh.... All....

Senin, 21 Februari 2011

The Hall Pesona Khayangan Depok



Akhirnya Tanggal pernikahan kami sudah di tetapkan, satu tahap berjalan dengan baik dan memasuki tahap kedua yaitu mencari gedung untuk resepsi pernikahan kami dan disinilah dimulainya uji kesabaran bagi kami berdua. Setelah berbicara dengan kedua orang tua saya mereka memutuskan untuk menggelar resepsi dan akad nikah kami di gedung dengan pertimbangan agar kami dan keluarga tidak terlalu repot dan kebetulan lokasi rumah saya (Depok yang lumayan ujung hihiiiiii.....) agak susah dijangkau oleh tamu-tamu yang nanti kebanyakan datang dari Jakarta. meskipun rumah saya tidak terlalu jauh dari pusat jantung kota Depok (Margonda) tapi pastinya tamu-tamu kami nanti akan kesulitan mencari rumah kami. Tidak hanya itu saja sih pertimbangan orang tua saya karna menurut mereka menggelar acara pernikahan dirumah itu pastinya akan sangat cape, mulai dari menyiapkan sampai membersihkannya setelah pesta selesai dan dari segi waktu pun pastinya akan lebih lama karna biasanya tamu akan datang lebih santai dari jam yang sudah ditentukan. alhamdullilahnya keluarga ari pun menyerahkan semua kepada pihak keluarga wanita jadi mereka percaya dan setuju saja apa pun yang keluarga saya buat untuk pernikahan kami karna ke keluarga ari pun jauh di Lampung. Dua minggu saya dan ari muter-meter mencari gedung disekitaran Depok sampai Jakarta Selatan semua gedung full booking sampai dengan pertengahan bulan 2011. Ketika itu masuk bulan puasa, dari panas sampai kehujanan, menahan hawa napsu (lapar, haus, menahan marah-marah) semuanya kami lalui. Rasanya ingin nangis ketika semangat datang kesuatu gedung dan pulangnya tidak mendapatkan kabar bahagia. Saat itu benar-benar kami berdua di uji, pertengkaran kecil pun sering terjadi diantara kami, terkadang pun saya merasa putus asa karna waktu persiapan yang singkat ini (3 bulan) gedung pun belum kami dapatkan apalagi dengan persiapan lainnya (katering, pakaian pengantin, souvenir dll). Alhamdullilah... ari selalu menguatkan saya dan memberi suport agar saya tetap semangat dalam menyiapkan pernikahan kami. Sampai disuatu hari kami mencoba mendatangi suatu gedung yang terlewatkan oleh kami, gedung yang ada di salah satu perumahan elite di Depok. Gedung The Hall Pesona Khayangan siang itu saya dateng bersama ari dan kami bertemu dengan pihak marketing gedung itu namanya Bapak Ilham, saya dilayani dengan ramah diruang kantornya. Dimulai dengan menanyakan harga sewa gedung tersebut, fasilitas, kapasitas gedung tersebut dan sampai akhirnya kami rasa cocok dengan penjelasan dari pak Ilham, kami memberitahukan tanggal rencana kami sewa gedung tersebut namun jawaban pak Ilham membuat saya langsung tak bersemangat karna di tanggal itu ternyata gedung sudah di booking oleh orang yang akan menglangsungkan pernikahan ditempat itu. Sedih rasanya padahal saya dan ari sudah merasa cocok dengan gedung itu apalagi setelah pak Ilham mengajak kami untuk melihat ke dalam gedung tersebut. Meskipun Gedungnya tidak terlalu besar hanya berkapasitas 800 orang namun terlihat elegan dengan digelarnya karpet berwarna coklat bermotif batik, pendingin ruangan disepanjang dinding kanan dan kiri dari pintu masuk sampai dengan panggung pelaminan dan disiapkan suatu ruang khusus diatas (VIP) bagi keluarga. Tapi memang belum rejeki kami saat itu, kami tidak bisa memakai gedung itu di acara pernikahan kami nanti. "Ya ALLAH... seandainya saja gedung ini bisa kami tempati diacara bahagia kami nanti, seandainya saja... bahagianya kami..." (Hanya bisa berdoa dalam hati sambil berharap...) Lagi-lagi kami pulang dengan hampa, kami masih belum bisa mendengar kabar baik Fuuhhhh... gedung mana lagi yang harus kami datangi??? waktu kami sangat sempit, mungkinkah... ???? Setelah dari gedung itu saya tidak langsung pulang kerumah saya beristirahat sambil berdiskusi kembali di kosan ari. Selang beberapa jam saya dan ari beristirahat dan berdiskusi tiba-tiba telpon ari berbunyi, setelah dilihat ternyata telpon itu dari pak ilham kebetulan ari meninggalkan data kami disana jadi pak ilham tau nomor telpon ari. Kemudian ari mengangkat telponnya dan berbicara dengan pak Ilham tak lama kemudian selesai telpon ,ari mengatakan pada saya bahwa orang yang booking gedung diperumahan Pesona itu mencancelnya. ALHAMDULLILAH... Dengan begitu kami bisa menggunakan gedung itu spontan saja saya berteriak dan memeluk ari, gembira banget rasanya saat itu tidak menyangka beberapa jam lalu kami bersedih karna tau gedung itu sudah di booking orang namun tak lama berselang kami pun di beri kabar gembira karna orang itu mencancel menggunakan gedung itu. Memang rejeki dan jodoh ALLAH yang menetukan, tapi tentunya tetap didukung dengan usaha kita juga pastinya (^_^) Tak lama dapat kabar gembira itu saya menelpon mama saya untuk memberitahukan kabar gembira ini. Mereka sih setuju saja meskipun sebenarnya awalnya mereka lebih prepare ke gedung di Halim tapi kalau di gedung halim itu kami harus membuat acara resepsi dimalam hari dengan berbagai pertimbangan akhirnya orang tua saya mau mengadakan resepsi pernikahan kami disiang hari bertempat digedung yang tak begitu jauh dari rumah kami. The Hall Pesona Khayangan Depok.


Building my wedding

video
Video ketika pertama kali melihat Gedung The Hall Pesona Khayangan (bersama Ari, Saya dan Pak Ilham)

Jumat, 18 Februari 2011

Restu, Hari dan Tanggal Baik

ALHAMDULLILAH.... Setelah saya membicarakan niat baik saya dan ari untuk mantap ke jenjang pernikahan kepada orang tua saya, syukurnya orang tua saya bahagia dan memberikan restu kepada kami berdua untuk menikah. Dan doa yang terucap dihati saya saat itu ....

"Ya ALLAH... Terima kasih karna Kau lagi-lagi membuat ku bahagia, dan ku mohon mudahkan dan lancarkan niat kami sampai saat itu tiba. AMIN"

Hari itu saya benar-benar bahagia, restu yang saya butuhkan telah saya dapatkan berharap dengan restu mereka kami dapat melangkah dengan mudah sampai saat itu tiba. Tak hanya itu kabar bahagia pun datang dari keluarga ari, dia mengatakan kalau keluarganya pun memberi restu kepada kami. Terasa sangat sempurna karna keluarga kedua belah pihak telah merestui rencana kami.

Setelah mendapatkan restu dari kedua orang tua, kami pun mulai merancang acara sakral kami nanti yaitu akad nikah dan pesta sederhana pernikahan kami. Syukurnya kedua orang tua kami mempercayakan kami untuk memilih tanggal pernikahan kami sendiri, hanya saja dari pihak keluarga ari melarang kami menikah setelah tanggal 7 Desember 2010 alasanya sih karna setelah tanggal 7 Desember itu sudah masuk bulan suroh jadi keluarga mereka bilang tidak baik bagi kami untuk melangsungkan pernikahan. Sebenarnya saya dan ari maupun keluarga saya tidak terlalu mempercayai hal seperti itu (seperti mitos katanya) karna bagi kami, tanggal dan hari apa pun adalah baik tetapi kami juga tidak mau takabur dengan hal itu.

Setelah saya dan ari mencari tanggal yang baik untuk pernikahan kami akhirnya kami sepakat menetapkan Sabtu, 27 November 2010 sebagai hari bahagia kami. Senangnya... tanggal pernikahan kami akhirnya ditetapkan juga, keluarga kedua belah pihak pun menyetujuinya tanggal yang kami pilih. Mereka bilang meskipun tanggal tua (tanggal-tanggal belum gajian hihihiiiii....) tanggal dan hari itu baik, tidak jauh setelah lebaran haji. Yups... mudah-mudahan saja semuanya berjalan dengan baik dan lancar, itu harapan kami.

Lagi-lagi saya pun bersyukur 1 tahap (menentukan tanggal pernikahan) kami lalui dengan baik tanpa harus berdiskusi panjang apalagi ada keributan yang biasanya sih kata orang sering terjadi karna penetapan tanggal pernikahan (amit2 hehee...).

Thanks GOD... tahap ini berjalan mulus...



Kamis, 17 Februari 2011

Mengambil Keputusan.... GET MARRIED

Dibulan Agustus 2010 sudah satu tahun delapan bulan kami menjalani hubungan ini, tidak terasa waktu begitu cepat. Sampai pada suatu hari ari pun berbicara serius dengan saya mengenai "Masa Depan" hubungan kami, awalnya saya masih merasa canggung dengan pembicaraan itu entah kenapa saya masih merasa belum siap membicarakan hal itu meskipun dulu saya pernah bercita-cita untuk menikah muda. Dengan kesabaran ari terus menunggu saya sampai saya benar-benar siap membicarakan dan merencanakan satu tingkat yang lebih tinggi dari hubungan kami.

Setiap hari saya selalu berusaha menguatkan hati ini, agar saya yakin untuk maju ketingkatan itu. Dan sampai akhirnya saya siap untuk merencanakan masa depan bersamanya dengan keyakinan hati karna saya MENCINTAINYA dan ingin HIDUP BERSAMANYA selamanya.

Akhirnya saya dan ari berdua membicarakan dan merencanakan untuk menikah, yup MENIKAH... kami berdua akhirnya memutuskan mengakhiri status berpacaran kami dengan pernikahan.

Sama seperti dulu ketika dia nembak saya, tidak ada kata-kata romantis kaya di film-film atau tempat special untuk melamar saya secara pribadi. Tapi saya merasa bahagia dengan keberanian dia mengambil keputusan secepat ini untuk menikahi saya. kami berdua mulai membicarakan tempat, tanggal, lamaran dan yang pasti dana yang kami butuhkan untuk membuat pesta pernikahan kami tanpa diketahui kedua orang tua kami.

Alhamdullilah diantara kami berdua hampir banyak kesamaan dalam merencankan pesta pernikahan kami. Kami sama-sama ingin pesta sederhana tapi tetap elegan di pernikahan kami nantinya. Sampai akhirnya kami berdua memikirkan matang-matang rencana ini, tidak lama kami memutuskan untuk membicarakan niat baik kami kepada kedua orang tua dan berharap kami diberikan restu untuk melangkah ke jenjang pernikahan.

rharap kami diberikan restu untuk melangkah ke jenjang pernikahan.

Holiday With My Ndut (Malaysia - Singapore)

Hasil Jepret City Tour Kami


Salah satu counter di johor, nama tokonya
Lydia seperti nama ku ^_*



Jalan sore @ Orchid Road


Tertibnya naik bus disana...


Pemeriksaan sebelum masuk Singapore



Narsis... hihiiii...


Mejeng dulu ah...


With Cousin...


Gucci @Orchid Road...


Kaku banget sie kamu sayang hehe..


Love u so much ...


Patung Merlion


Gaya dulu ah meskipun didalam bus hihiii...


Perjalanan Malaysia menuju Singapore


Satu Tahun lebih hubungan kami berjalan, sama seperti pasangan lain kami tidak melalui hubungan ini tanpa krikil-krikil kecil bahkan berberapa kali kami mengalami putus nyambung karna masalah-masalah yang tak pernah henti namun kami selalu bersyukur kami masih selalu bisa mempertahankannya. sampai suatu hari kami berdua berpikir untuk berlibur bersama, sekalian mereefreshkan diri hehee... setelah kami mendiskusikan tentang liburan ini akhirnya kami sepakat untuk berlibur bersama ke Malaysia dan Singapore.

Mengapa kami berdua memilih untuk berlibur tempat itu??? Alasannya karna...

1.Kebetulan aja keluarga mama ku (adik mama) menetap disana jadi setidaknya kami bisa menghemat biaya penginapan hehehe...

2.Kebetulan juga mama, oma dan ade ku juga mau berkunjung kesana (Malaysia)

3.Saya ingin ari mengenal keluarga-keluarga kami lainnya

4.Masih banyak lagi alasan yang gak bisa saya sebutin disini karna RAHASIA hehehe…

Awal bulan juli 2010 akhirnya kami berangkat ke Malaysia, tapi yang buat saya BT diliburan ini kami tidak bisa pergi dan pulang bersama-sama. Karna kami berangkat tidak langsung menaiki pesawat ke malaysia, saya harus berangkat menuju batam sendiri sekali lagi karna mama, oma dan ade saya sudah berangkat beberapa hari sebelum saya, dan ari sedang berada di Pekanbaru Riau jadi saya berangkat sendiri. Saya dan ari hanya janjian bertemu di batam untuk menuju Malaysia bersama-sama, sampainya di Batam saya bertemu dengan ari dan kami berdua berangkat bersama ke Batam Center untuk menaikin kapal kecil menuju Malaysia.

Akhirnya kami berdua sampai di Johor, Malaysia. Senang banget rasanya “Thanks GOD, akhirnya kami bisa liburan ke tempat ini” doa yang terucap didalam hati saya saat itu. Sampai di Johor kami berdua di jemput oleh mama, tante dan sepupuh-sepupuh kecil saya (Faisal, Fikri, Fazli, Fahmi dan baby Fauzan). Tante dan sepupuh-sepupuh kecil saya senang sekali bertemu dengan ari, kami berdua akhirnya diantar kerumah tante untuk beristirahat. Hari pertama di sana kami tidak sempat jalan-jalan karna sampai disana pun kami sudah sore dan sedikit penat, akhirnya kami memilih untuk berbicang-bincang saja dirumah dengan keluarga tante saya.

Ke esokan harinya saya, ari dan 2 sepupuh saya (Faisal dan Fikri) pergi city tour ke Singapore dengan menggunakan bus karna jarak Johor dengan Singapore tidak terlalu jauh.

Waawww... Yiepie... sampai juga di Singapore, berbekal uang saku yang tipis dan modal nekat karna kebetulan diantara kami berempat tidak pintar berbahasa inggris dan gak pernah kesana jadi bener-bener gak ngerti tempat-tempat yang asik dikunjungi hahahaaa... but thanks GOD disana kami bisa juga ke beberapa tempat yang menarik meskipun masih banyak tempat yang seharusnya kami kunjung karna waktu kami singkat tidak bisa menginap akhirnya kami menuntaskan jalan-jalan kami dimalam hari dan balik ke Johor.

Hari-hari yang menyenangkan bisa berlibur sama my love Ndut dan kumpul bareng sepupuh-sepupuh ku yang manis-manis. Hanya beberapa hari ari disana karna ia harus balik ke Jakarta untuk kembali bekerja dan saya masih melanjutkan liburan bersama mama, oma dan adik saya. Sedih sedikit karna gak bisa pulang bareng tapi saya harus ikhlas ari pulang lebih dulu demi tugas dan tanggung jawab pekerjaannya. Tapi meskipun hanya beberapa hari disana saya sangat BAHAGIA bisa berlibur bersama my love Ndut.

“Ma’acih yah Ndut ku, kamu udah mau liburan kesana sama aku dan keluarga ku.
Moment tak terlupakan pastinya, maaf tabungannya jadi tipis heheee... love u so much ;-* “